Rabu, 19 Agustus 2015

Tugas 3

Isomer Polihidroksiketosa dengan C = 3,4,5 dan 6
  • Isomer Polihidroksi Ketosa dengan C=3 
  • Isomer Polihidroksi Ketosa dengan C=4 

  • Isomer Polihidroksi Ketosa dengan C=5 



  • Isomer Polihidroksi Ketosa dengan C=6 






Senin, 17 Agustus 2015

Tugas 2


Apa dan Bagaimana Minyak SunCo
Kesegaran  yang terus dijaga dari kelapa sawit itu adalah adalah parameter SunCo dalam proses produksi. Tentu saja dilihat dari segi kesehatan.  Pengolahan dimulai tidak lebih dari 24 jam setelah buah sawit dipetik.  Ada tiga indicator yang membuktikan sebagai minyak yang baik.

buah-kelapa-sawit-dan-minyak-yang-dihasilkan-ilustrasi-_120928142249-747

Pertama. Warna minyak yang lebih bening. Karena melalui 5 tahapan yakni 3 kali proses penyaringan dan 2 kali proses pemurnian.
Mengapa SunCo bisa bening? Kelapa sawit yang segar adalah kunci minyak goreng yang bening. Semakin bening minyak goreng maka saat digunakan untuk menggoreng minyak tidak cepat menjadi hitam / teroksidasi, sehingga meminimalkan resiko timbulnya kanker pada tubuh manusia.
Kedua,  Minyak itu dapat diminum. SunCo memang bukan untuk diminum, tetapi untuk membuktikan kualitas minyak goreng yang baik dapat dibuktikan dengan uji organoleptic, yakni dengan dimasukkan dan dirasakan di rongga mulut.

sunco-banding


Artinya sifat dan karakter minyak ini seperti air, tidak lekat atau berbau. Minyak mudah mengalir sehingga tidak menyangkut  atau gatal di tenggorokan.
Ketiga. Minyak ini tidak mudah beku pada suhu rendah. Dengan Buah Kelapa Sawit segar yang langsung diolah tidak lebih dari 24 jam membuat SunCo menjadi minyak goreng dengan minyak jenuh terendah dibanding yang lainnya, sehingga SunCo tidak mudah beku dan meminimalkan peningkatan kolesterol.
Test Dilakukan di Climacell (alat pendingin) dengan suhu 2 ÂșC dengan waktu 1 jam 41 menit 36 detik, terbukti SunCo tidak mudah beku dibanding Minyak Goreng ber-merk lainnya.
SunCo adalah minyak goreng pertama dengan For tifikasi Vitamin A dari Jerman, Vitamin A tidak hilang pada waktu dipanaskan. Ini bisa dibuktikan dengan alat uji (teknologi dari Jerman).
Vitamin A yang ada ini mengandung nutrisi penting bagi tubuh, yang berfungsi meningkatkan imunitas tubuh sehingga mencegah terkena penyakit.

Tentang Produk

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) berasal dari Afrika Barat, merupakan tanaman penghasil utama minyak nabati yang mempunyai produktivitas lebih tinggi dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya. Kelapa sawit pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh pemerintahan Belanda pada tahun 1848.


Kelapa SawitAwalnya tanaman kelapa sawit dibudidayakan sebagai tanaman hias, sedangkan pembudidayaan tanaman untuk tujuan komersial baru dimulai pada tahun 1911.

Perintis usaha perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah Adrien Hallet (orang Belgia), kemudian budidaya yang dilakukannya diikuti oleh K.Schadt yang menandai lahirnya perkebunan kelapa sawit di Indonesia mulai berkembang.
Minyak sawit dapat digunakan untuk berbagai macam kegunaan salah satunya sebagai bahan baku minyak goreng karena keunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi
Bagian yang paling popular untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. BAgian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya
Minyak goreng yang baik diolah dari buah kelapa sawit yang segar.
SunCo dibuat dengan teknologi mutakhir dengan melalui 5 tahapan proses yakni 3 kali proses pemurnian dan 2 kali proses penyaringan sehingga menghasilkan minyak goreng yang baik dengan bukti-bukti sebagai berikut:
 ·         BENING. Tidak cepat hitam, minimalkan resiko kanker

sunco-banding

Rahasia beningnya Sunco berasal dari buah kelapa sawit segar yang langsung diolah. Warna bening adalah bukti minyak goreng yang baik karena tidak cepat hitam atau teroksidasi sehingga meminimalkan risiko kanker.
·         TIDAK MUDAH BEKU. Kandungan asam lemak jenuh rendah, hindarkan ancaman kolesterol jahat

sunco-minyak-2

Dibandingkan dengan minyak goreng sawit yang lain Sunco tidak mudah beku. Ini membuktikan bahwa Sunco adalah minyak goreng dengan kandungan asam lemak jenuh terendah sehingga meminimalkan peningkatan kolesterol (LDL Kolesterol).
 ·         KARAKTERNYA SEPERTI AIR. Tidak lekat dan mudah mengalir
Kualitas minyak goreng dapat dibuktikan dengan uji organoleptik*. Sunco diolah dari buah kelapa sawit segar maka Sunco karakternya seperti air, tidak lekat, dan tidak menyerap berlebih di makanan. Makan lebih nyaman tanpa rasa gatal/serik di tenggorokan.
*Uji organoleptik dilakukan untuk membuktikan kualitas minyak goreng yang baik secara sensorik.
Pelopor Fortifikasi Vitamin A
SunCo merupakan Pelopor Minyak goreng dengan Fortifikasi Vitamin A dari Germany sehingga membantu mencukupi kebutuhan vitamin A bagi tubuh.
Dengan menggunakan alat uji dari Germany, terbukti vitamin A pada minyak goreng SunCo tidak hilang pada saat pemanasan dan masih tetap ada setelah penggorengan.
Apakah yang dimaksud dengan FORTIFIKASI ?
FORTIFIKASI adalah suatu upaya dalam meningkatkan mutu gizi bahan pangan dengan sengaja menambahkan satu atau lebih zat gizi mikro ( vitamin, mineral, dll ) pada bahan pangan atau produk pangan.
Apakah Vitamin A masih tetap ada setelah digunakan untuk menggoreng ?
Vitamin A pada Minyak Goreng SunCo tidak hilang / rusak setelah digunakan untuk menggoreng, yang ada hanya BERKURANG.
Bagaimana cara membuktikan Vitamin A masih tetap ada setelah penggorengan ?
Dengan menggunakan metode pembuktian yang berasal dari Germany, terbukti Vitamin A pada Minyak Goreng SunCo masih tetap ada setelah digunakan untuk menggoreng.
Metode yang  akurat ini tentu sangat bisa di pertanggungjawabkan. Metode pengujian  ini dilakukan dengan cara mencampurkan beberapa bahan kimia yang akan menimbulkan perubahan warna pada minyak goreng yang diuji.
Jika masih terdapat vitamin A, maka akan memunculkan warna BIRU pada minyak goreng tersebut.
SunCo saat dilakukan pembuktian dengan menggunakan metode ini, setelah digunakan untuk menggoreng, terbukti memunculkan warna BIRU.
sebelum penggorengan
sebelum penggorengan

sesudah penggorengan 1
sesudah penggorengan 1


sesudah penggorengan 3
sesudah penggorengan 3
Berapa banyak Vitamin A yang masih tetap ada pada SunCo setelah penggorengan ?
Dari percobaan mengoreng yang dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak IPB – Fakultas Ekologi Manusia – Departemen Gizi Masyarakat, didapatkan bahwa sampai dengan penggorengan III kadar (retensi) Vitamin A dalam Minyak Goreng yang telah digunakan untuk menggoreng masih cukup tinggi, perhatikan Grafik di bawah ini:

sunco-grafik

Uji Organoleptik

Penggunaan Indera

Dalam penilaian bahan pangan sifat yang menentukan diterima atau tidak suatu produk adalah sifat indrawinya. Penilaian indrawi ini ada enam tahap yaitu pertama menerima bahan, mengenali bahan, mengadakan klarifikasi sifat-sifat bahan, mengingat kembali bahan yang telah diamati, dan menguraikan kembali sifat indrawi produk tersebut. Indra yang digunakan dalam menilai sifat indrawi suatu produk adalah:


Uji Organoleptik

o    Penglihatan yang berhubungan dengan warna kilap, viskositas, ukuran dan bentuk, volume kerapatan dan berat jenis, panjang lebar dan diameter serta bentuk bahan.
o    Indra peraba yang berkaitan dengan struktur, tekstur dan konsistensi. Struktur merupakan sifat dari komponen penyusun, tekstur merupakan sensasi tekanan yang dapat diamati dengan mulut atau perabaan dengan jari, dan konsistensi merupakan tebal, tipis dan halus.
o    Indra pembau, pembauan juga dapat digunakan sebagai suatu indikator terjadinya kerusakan pada produk, misalnya ada bau busuk yang menandakan produk tersebut telah mengalami kerusakan.
o    Indra pengecap, dalam hal kepekaan rasa , maka rasa manis dapat dengan mudah dirasakan pada ujung lidah, rasa asin pada ujung dan pinggir lidah, rasa asam pada pinggir lidah dan rasa pahit pada bagian belakang lidah.

Tujuan Uji Organoleptik

Tujuan diadakannya uji organoleptik terkait langsung dengan selera. Setiap orang di setiap daerah memiliki kecenderungan selera tertentu sehingga produk yang akan dipasarkan harus disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Selain itu disesuaikan pula dengan target konsumen, apakah anak-anak atau orang dewasa. Tujuan uji organoleptik adalah untuk:
o    pengembangan produk dan perluasan pasar
o    pengawasan mutu → bahan mentah, produk, dan komoditas
o    perbaikan produk
o    membandingkan produk sendiri dengan produk pesaing
o    evaluasi penggunaan bahan, formulasi, dan peralatan baru.

Uji Organoleptik di Perusahaan

Uji organoleptik biasa dilakukan diperusahaan, kegunaannya adalah untuk menilai mutu bahan mentah yang digunakan untuk pengolahan dan formula yang digunakan untuk menghasilkan produk. Selain itu, dengan adanya uji organoleptik, produsen dapat mengendalikan proses produksi dengan menjaga konsistensi mutu dan menetapkan standar tingkat atau kelas-kelas mutu. Produsen juga dapat meningkatkan keuntungannya dengan cara mengembangkan produk baru, meluaskan pasaran, atau dengan mengarah ke segmen pasar tertentu. Dengan uji organoleptik, produsen juga dapat membandingkan mutu produknya dengan produk pesaingnya sehingga dapat memperbaiki kekurangan produknya dengan cara menyeleksi bahan mentah atau formulasi dari berbagai pilihan atau tawaran.
 Asam Lemak dalam produk Minyak tersebut :





Panjang rantai asam lemak pada trigliserida yang terdapat secara alami dapat bervariasi, namun panjang yang paling umum adalah 16, 18, atau 20 atom karbon. Asam lemak alami yang ditemukan pada tumbuhan dan hewan biasanya terdiri dari jumlah atom karbon yang genap disebabkan cara asam lemak dibiosintesis dari asetil-KoA. Sekalipun begitu, bakteria memiliki kemampuan untuk menyintesis asam lemak dengan atom karbon ganjil ataupun rantai bercabang. Karena itu, hewan memamah biak biasanya memiliki asam lemak berkarbon ganjil, misalnya 15, karena aksi bakteria di dalam rumennya.
Kebanyakan lemak alami memiliki campuran kompleks dari berbagai macam trigliserida; karena ini, lemak mencair pada suhu yang berbeda-beda. Lemak seperti mentega kokoa hanya terdiri dari beberapa trigliserida, salah satunya mengandung berturut-turut palmitat,oleat, dan stearat. Hal ini menyebabkan terjadinya titik lebur yang tajam, yang menyebabkan coklat meleleh dalam mulut tanpa terasa berminyak.
Pada sel, trigliserida (atau lemak netral) dapat melalui membran sel dengan bebas, tidak seperti molekul lainnya, karena karakteristiknya yang non-polar sehingga tidak bereaksi dengan lapisan ganda fosfolipid pada membran.